Jumat, 20 Maret 2020

Antibakteri Dari Daun Sirih


       Assalamualaikum semuanya.........disini aku ingin memberikan informasi penting di blog pertamaku tentang manfaat daun sirih sebagai antibakteri, semoga informasi yang aku berikan dapat bermanfaat bagi semuanya terutama kamu.


Selamat membaca sampai habis yaa😉





Ekstrak Etanol Daun Sirih Sebagai Antibakteri

gambar 1 Daun Sirih (Piper betle)
https://pngimage.net/wp-content/uploads/2018/06/sirih-png-1.jpg

Daun sirih telah lama dan banyak digunakan di Indonesia untuk aktivitas antibakterinya. Ekstrak etanol 80% daun sirih memiliki kompatibilitas tinggi untuk dijadikan produk farmasi, termasuk sediaan semprot (spray). Masyarakat Indonesia sebagai obat tradisional. Ekstrak etilasetat daun sirih hijau mengandung senyawa antibakteri yang terdiri dari senyawa fenol dan turunannya. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan aktivitas antibakteri ekstrak etilasetat daun sirih hijau terhadap bakteri S. Epidermidis. Sirih hijau diekstraksi menggunakan pelarut etil asetat dan diuji aktivitas penghambatnya terhadap bakteri S.epidermis dengan metode difusi agar. Hasil penelitian menunjukkan daya hambat ekstrak pada konsentrasi 3% dan 5%, yaitu 9,8 dan 15 mm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etil asetat memiliki aktivitas antibakteri terhadap S.epidermis dalam kategori sedang-kuat. Tanaman sirih (Piper betle L) merupakan jenis tanaman yang tumbuh merambat dengan ketinggian mencapai 5-15 m. Tanaman ini sebagai tanaman obat yang berkhasiat untuk penyembuhan terhadap penyakit kulit yang disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus karena memiliki daya antiseptik yang baik. Bagian tanaman yang digunakan yaitu daunnya karena banyak mengandung senyawa turunan fenol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek antibakteri ekstrak daun sirih (Piper betle L) dan untuk mengetahui konsentrasi ekstrak daun sirih yang memiliki efek antibakteri paling efektif terhadap bakteri Staphylococcus aureus penyebab penyakit kulit
Mastitis adalah suatu peradangan pada jaringan ambing yang dapat disebabkan oleh mikroorganisme yang umumnya bakteri, zat kimia, dan luka karena mekanis (Saleh, 2004). Penggunaan antibiotik pada pengobatan mastitis membawa dampak residu pada produk yang dihasilkan peternak. Residu antibiotika merupakan zat antibiotika termasuk metabolitnya yang terkandung dalam daging, telur, dan susu, baik sebagai akibat langsung maupun tidak langsung dari penggunaan antibiotika (SNI, 2008).
Menurut Sheikh, 2012 menyatakan bahwa penggunaan ekstrak tumbuhan yang meiliki aktivitas antimikroba sangat membantu dalam penyembuhan. Salah satu tanaman yang memiliki kemampuan sebagai antibakteri adalah Sirih hijau ( Piper betle L.). Daun sirih hijau digunakan sebagai obat batuk, obat cacimg, dan antiseptik luka. Daun sirih hijau mengandung berbagai macam kandungan kimia, antara lain minyak atsiri, terpenoid, tanin, polifenol serta steroid. Senyawa-senyawa yang terkandung dalam tumbuhan sirih hijau tidak seluruhnya merupakan senyawa polar, namun juga terdapat senyawa non polar ataupun semipolar dan bersifat lipofil, sebagaimana yang terkandung pada tanaman tingkat tinggi pada umumnya. Pelarut etanol, etilasetat dan n-heksan merupakan pelarut organik yang banyak digunakan dalam proses ekstraksi, tang dapat melarutkan senyawa flavonoid, saponin, aglikon flavonoid, steroid dan lainnya. Dalam penelitian Zalizar (2009) ekstrak daun sirih maupun salep daun sirih terbukti dapat menurunkan jumlah bakteri Staphylococcus aureus dan bakteri Escherichia coli yang merupakan bakteri yang umum ditemukan pada susu mastitis. Penelitian tersebut menggunakan biakan bakteri Staphylococcus aureus dan bakteri Escherichia coli dalam media spesifik. Seperti yang diketahui, mastitis tidak hanya disebabkan oleh bakteri patogen Staphylococcus aureus dan bakteri Escherichia coli saja dan sampai dengan saat ini pengujian efektivitas antibakterial dari bahan herbal terhadap susu penderita mastitis belum pernah dilakukan.























                                                                 DAFTAR PUSTAKA

Saleh, E., 2004. Teknologi Pengolahan Susu Dan Hasil Ikutan Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas  Sumatera Utara.
Sheikh, dkk. 2012. Studies On Some Plant Extract for Their Antimicrobial Potential Against Certain Pathogenic Microorganisme. American Journal of Plant Sciences. 3. 209-213.
SNI. 2008. Metode Uji Tapis (Screening Test) Residu Antibiotika pada Daging, Telur, dan Susu Secara Bioassay, BSN, Jakarta.
Zalizar, L., 2009. Formulasi Salep Herbal (Piper betle L. dan Phyllanthus Niruri) Untuk Pencegahan Mastitis Pada Sapi Perah, Laporan penelitian, Fakultas Pertanian dan Peternakan, Universitas Muhammadiyah Malang.