Selasa, 21 Juli 2020

Bayam bisa meningkatkan daya tahan tubuh pada manusia?


Bayam bisa meningkiatkan daya tahan tubuh manusia?
Assalamualaikum teman-teman ku yang berbahagia kembali lagi nih aku yang dimana ingin menambah wawasaan kita semua. Kali ini tentang sayur bayam, dimana mempunyai khasiat meningkatkan imun tubuh pada manusia. Yuk kita simak bersama-sama semoga bermanfaat....

         I.            PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
            Bayam adalah salah satu sayuran yang digemari oleh masyarakat indonesia. Tanaman bayam terdiri dari dua varietas, baik yang sudah di budidayakan maupun masih merupakan tanaman liar yang memiliki perbedaan satu sama lain. Di indonesia hanya dikenal dua jenis bayam budidaya, yaitu Amaranthus tricolor dan A.hibrydus.tricolor L ditanam sebagai bayam cabut dan terdiri dari dua varietas, yaitu bayam hijau (bayam putih, bayam sekul atau bayam cina) dan bayam merah karena tanamannya berwarna merah. Amaranthus hybridus sering disebut sebagai bayam kakap, bayam tahun, bayam turus atau bayam bathok dan ditanam sebagai bayam petik (Bandini,2004).
            Sistem imun atau sistem kekebalan adalah sel-sel dan banyak struktur biologis lainnya yang bertanggung jawab atas imunitas, yaitu pertahanan pada organisme untuk melindungi tubuh dari pengaruh biologis luar dengan mengenali dan membunuh patogen. Sementara itu, respons kolektif dan terkoordinasi dari sistem imun tubuh terhadap pengenalan zat asing disebut respons imun.
            Bayam biasa digunakan untuk dikonsumsi daunnya sebagai sayuran hijau. Pertumbuhannya secara normal amat cepat, sehingga dalam waktu kurang dari satu bulan bayam sudah bisa dipanen. Bayam telah lama dikenal dan dimanfaatkan oleh masyrakat Indonesia dan merupakan bahan sayuran daun yang bergizi tinggi dan digemari oleh semua lapisan masyarakat. Daun bayam dapat dibuat berbagai sayur mayur, bahkan disajikan sebagai hidangan mewah. Bayam juga memiliki beberapa manfaat diantaranya dapat memperbaiki daya kerja ginjal dan melancarkan pencernaan. Beberapa negara berkembang telah mempromosikan bayam sebagai sumber protein nabati, karena berfungsi ganda bagi pemenuhan kebutuhan gizi maupun pelayanan kesehatan masyarakat (Sunarjo,2006).

1.2  Rumusan masalah
a.       Pengertian bayam
b.      Apa saja macam-macam bayam
c.       Kandungan dan manfaat bayam

1.3  Tujuan
a.       Mengetahui apa itu bayam
b.      Mengetahui macam-macam bayam
c.       Mengetahui kandungan dan manfaat bayam




      II.            PEMBAHASAN
A.    Pengertian Bayam
Bayam (Amaranthusspp.) merupakan tumbuhan yang biasa ditanamuntuk dikonsumsi daunnya sebagai sayuran hijau. Tumbuhan ini berasal dari Amerika tropik namun sekarang tersebar ke seluruh dunia. Tumbuhan ini dikenal sebagai sayuran sumber zat besi yang penting. Tanaman bayam putih atau sering disebut sebagai bayam hijau banyak mengandung protein, lemak, karbohidrat, zat besi , kalium, amarathin, rutin, purin dan vitamin (A, B dan C). Secara umum, tanaman ini dapat meningkatkan kerja ginjal dan melancarkan pencernaan, karena kandungan seratnya cukup banyak. Selain kandungan bayam merah yang hampir sama dengan bayam putih, tetapi akar bayam merah memiliki khasiat sebagai obat disentri, meningkatkan kerja ginjal dan membersihkan darah sehabis bersalin (Rukmana,1994).
Ditinjau dari kandungan gizinya, bayam merupakan jenis sayuran hijau yang banyak manfaatnya bagi kesehatan dan pertumbuhan badan, terutama bagi anak-anak dan para ibu yang sedang hamil. Zat gizi yang terkandung dalam bayam adalah vitamin dan mineral. Bayam merupakan sumber zat besi yang baik, sehingga diperlukan oleh wanita, terutama pada saat menstruasi untuk mengganti darah yang hilang. Zat besi merupakan komponen penting dalam hemoglobin. Bagi anak-anak di masa pertumbuhan bayam yang sangat baik, apalagi yang menderita anemia (made Astawan, 2010).
Bayam adalah salah satu sayuran hijau yang paling bergizi. Bayam bermanfaat mencegah berbagai penyakit karena melindungi dan memperkuat tubuh melalui berbagai cara (Anne Selby,2005).
B.     Macam-Macam Tanaman Bayam
Berikut macam-macam tanaman bayam sebagai berikut:
1.      Bayam petik
Bayam petik merupakan jenis bayam yang dapat tumbuh secara liar di manapun, biasanya sering di jumpai pada ladang petani ketika musim hujan tiba. Di pekarangan rumah juga bayam ini dapat tumbuh terutama jika di daerah perdesaan.
2.      Bayam cabut
Ciri – ciri bayam jenis ini adalah daun dan batangnya lebih kecil dari bayam petik. Batang bayam ini kecil dan lunak sehingga bisa di masak beserta batangnya. Warna daunnya hijau dan ada yang berwarna merah, bentuknya kecil lonjong, tanaman bayam jenis ini biasanya di panen ketika usia tanaman 25 hari.

3.      Bayam berduri tajam
Bayam jenis ini di beri nama bayam berduri karena memang terdapat duri tajam, kecil dan halus pada bagian pangkal daun dan bunganya. Karena pada dasarnya bayam ganas berwarna hijau agak merah ada tepian daunnya ini tumbuh secara liar pada daerah sekitar kandang sapi atau tempat pembuangan sampah sebagai bayam liar.
4.      Bayam itik
Bayam itik tampak berbeda bentuknya, sehingga oleh masyarakat sangat jarang di konsumsi karena bayam jenis ini biasanya digunakan sebagai tanaman hias di rumah, atau digunakan sebagai bahan makanan ternak jika jumlahnya banyak.
5.      Bayam hijau
Bayam jenis ini memiliki ciri – ciri pada tumbuhannya sedikit bercabang, berbeda dengan bayam cabut yang lebih kecil dan lurus tanpa cabang serta daunnya masih sedikit dan belum berbunga. Bayam ini batang dan daunnya berwarna hijau segar. Tidak seperti bayam jenis lain yang tampak ada kemerah – merahan.
6.      Bayam merah
Bayam merah biasanya digunakan untuk program diet dan biasanya juga digunakan sebagai bahan keripik daun bayam. Karena kandungan nutrisinya banyak sehingga banyak orang yang suka dengan makanan yang berasal dari bayam tersebut.

C.     Manfaat dan Kandungan Bayam
Bayam memiliki kandungan vitamin dan mineral yang cukup lengkap. Kandungan vitamin yang dimiliki bayam di antaranya yaitu vitamin A, vitamin B, vitamin C, dan Vitamin A. Tak hanya itu, mineral-mineral utama yang dimiliki bayam yaitu magnesium, asam folat, zat besi, potasium, kalsium dan sodium. Melihat banyaknya kandungan gizi dalam sayur bayam, tentu manfaat dari sayur bayam untuk kesehatan begitu banyak.
Adapun manfaat tanaman bayam sebagai berikut :
                       
1.      Mencegah Anemia
Salah satu manfaat bayam untuk kesehatan yang telah dikenal sejak dulu yaitu dapat mencegah anemia. Hal ini dikarenakan bayam merupakan salah satu asupan zat besi yang baik.
2.      Nutrisi Untuk Ibu Hamil
Sayur bayam memiliki manfaat besar untuk ibu hamil. Hal ini dikarenakan bayam mengandung folat yang sangat dibutuhkan oleh janin. Folat yang terkandung dalam bayam dapat mengembangkan sistem saraf mereka sehingga cacat pada mulut seperti celah bibir (sumbing) dapat terhindarkan.
3.      Menjaga Tekanan Darah
4.      Menjaga Kesehatan Mata
Kandungan bayam yang kaya akan beta-karoten, xanthene dan lutein sangat baik untuk kesehatan mata. Dengan mengonsumsi sayur bayam secara rutin, kebutuhan vitamin A akan selalu tercukupi.
5.      Baik Untuk Penderita Diabetes
Bayam mengandung alpha-lipoic yang terbukti dapat menurunkan gula darah, meningkatkan sensitivitas insulin serta mencegah perubahan oksidatif yang dipicu stres pada pasien diabetes.
6.      Menjaga Kesehatan Tulang
Kandungan vitamin K dalam bayam dapat membantu menyerap kalsium oleh tulang sehingga tulang menjadi lebih kuat. Rendahnya asupan vitamin K dapat mengakibatkan risiko patah tulang lebih tinggi. Oleh sebab itu, konsumsi bayam cukup penting karena sebagai pengubah protein matriks tulang, meningkatkan penyerapan kalsium serta dapat mengurangi jumlah kalsium yang meninggalkan tubuh lewat urine.
7.      Mengurangi Resiko Terkena Kanker
Selain itu, sayuran hijau seperti bayam mengandung klorofil yang efektif menghalangi efek karsiongenik. Oleh sebab itu, mengonsumsi bayam tentu baik untuk kesehatan.

   III.            KESIMPULAN
1.      Bayam (Amaranthusspp.) merupakan tumbuhan yang biasa ditanamuntuk dikonsumsi daunnya sebagai sayuran hijau.
2.      Kandungan vitamin yang dimiliki bayam di antaranya yaitu vitamin A, vitamin B, vitamin C, dan Vitamin A. Tak hanya itu, mineral-mineral utama yang dimiliki bayam yaitu magnesium, asam folat, zat besi, potasium, kalsium dan sodium.
3.      Bayam memang sayuran sehat dan kaya nutrisi bagi tubuh, sehingga jika di konsumsi dalam batas normal sesuai kapasitas tubuh akan menimbulkan efek positif bagi kesehatan. Dan juga sebaliknya jika di konsumsi terlalu sering makan dapat menyebabkan efek negatif bagi tubuh.





DAFTAR PUSTAKA
          Anna Selby. 2005. Makanan Berkhasiat: 25 makanan Bergizi Super Untuk Kesehatan Prima. Jakarta : Erlangga.
          Bandini, Yusni dan Nurudin Aziz. 2004. Bayam. Jakarta: Penebar Swadaya.
          Rukmana. 1994. Bayam Bertanam Dan Pengolahan Pasca Panen. Kanisius Yogyakarta.




Minggu, 28 Juni 2020

Daun Sirih bisa menghilankan bau?


Assalamualaikum teman-teman semoga bermanfaat bagi kita semuaa..



PENDAHULUAN
A.     Latar Belakang
Daun sirih telah lama dan banyak digunakan di Indonesia untuk aktivitas antibakterinya. Ekstrak etanol 80% daun sirih memiliki kompatibilitas tinggi untuk dijadikan produk farmasi, termasuk sediaan semprot (spray). Masyarakat Indonesia sebagai obat tradisional. Ekstrak etilasetat daun sirih hijau mengandung senyawa antibakteri yang terdiri dari senyawa fenol dan turunannya. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan aktivitas antibakteri ekstrak etilasetat daun sirih hijau terhadap bakteri S. Epidermidis.
Bau kaki adalah masalah yang sangat mengganggu penampilan. Hal ini menyebabkan banyak orang menjadi kurang percaya diri saat menggunakan sepatu, terutama sepatu tertutup. Pada tahun 2014 American Podiatric Medical Association (APMA) melakukan survei terhadap 1021 manusia dewasa (berusia 18 tahun atau lebih) terkait masalah di kaki dan menemukan berbagai hasil menarik. Sejak tahun 2010, bagian kaki masih menjadi bagian yang kurang diperhatikan oleh masyarakat Amerika. Namun, bertentangan dengan hal tersebut, delapan dari 10 orang Amerika mengaku mengalami permasalahan dengan kaki. (American Podiatric Medical Association, 2014).

B.     Tujuan
Dari latar belakang diatas, maka tujuan penulisan essai ini antara lain:
1.      Untuk mengetahui tentang daun sirih yang berguna sebagai antibakteri.

C.    Manfaat
Penulisan ini diharapkan dapat melatih penulis melatih untuk mengembangkan dan memperluas ilmu pengetahuan penulis dan pembaca.



Pendahuluan
Daun sirih telah lama dan banyak digunakan di Indonesia untuk aktivitas antibakterinya. Ekstrak etanol 80% daun sirih memiliki kompatibilitas tinggi untuk dijadikan produk farmasi, termasuk sediaan semprot (spray). Masyarakat Indonesia sebagai obat tradisional. Ekstrak etilasetat daun sirih hijau mengandung senyawa antibakteri yang terdiri dari senyawa fenol dan turunannya. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan aktivitas antibakteri ekstrak etilasetat daun sirih hijau terhadap bakteri S. Epidermidis.
 Bau kaki adalah masalah yang sangat mengganggu penampilan. Hal ini menyebabkan banyak orang menjadi kurang percaya diri saat menggunakan sepatu, terutama sepatu tertutup. Pada tahun 2014 American Podiatric Medical Association (APMA) melakukan survei terhadap 1021 manusia dewasa (berusia 18 tahun atau lebih) terkait masalah di kaki dan menemukan berbagai hasil menarik. Sejak tahun 2010, bagian kaki masih menjadi bagian yang kurang diperhatikan oleh masyarakat Amerika. Namun, bertentangan dengan hal tersebut, delapan dari 10 orang Amerika mengaku mengalami permasalahan dengan kaki. (American Podiatric Medical Association, 2014).
 Produk antibau kaki yang sudah beredar saat ini di antaranya terdapat sabun anti bakteri, serbuk untuk merendam kaki, anti prespirant, krim, serbuk antibau kaki. Namun, sediaansediaan yang telah disebutkan tersebut belum dijual bebas di Indonesia, bahkan walaupun produk tersebut ada di Indonesia, harganya mahal dan sulit untuk dijangkau. Berdasarkan pemahaman tersebut, dilakukanlah penelitian dengan tujuan untuk menciptakan produk antibakteri yang dapat mengendalikan bau kaki dalam bentuk spray. Bentuk spray dipilih atas dasar sifat spray yang dapat memberikan suatu kandungan yang konsentrat, namun di saat yang bersamaan memiliki profil yang cepat kering sehingga memberikan pengalaman yang menyenangkan dan mudah dipakai untuk pengguna (pasien). Kemudian, untuk meningkatkan berbagai keuntungan, dan tepat sasaran dalam mengatasi keadaan yang terjadi, diperlukan suatu produk dengan zat aktif yang mudah ditemui dan murah, yakni daun sirih. Kemampuan antibakteri produk didapatkan dari ekstrak etanol 80% daun sirih yang telah terbukti memiliki aktivitas antibakteri yang amat baik sebagai bakteriostatik karena terdapat tanin, flavonoid, kavikol, dan kavibetol (Scalbert, 1991).
 Metode ekstrak etanol 80% daun sirih (Piper betle L.) (Balitro, Indonesia), asam askorbat (Brataco, Indonesia), gliserin (Brataco, Indonesia), isopropil alkohol (Brataco, Indonesia), mentol (Brataco, Indonesia), propilen glikol (Brataco, Indonesia), pewangi lemon (Brataco, Indonesia), Tween 80 (Brataco, Indonesia), aqua demineralisata (Brataco, Indonesia), Bacillus subtilis (FKUI, Indonesia), NaCl 0.9% (Sigma Aldrich, USA), media TSA (Sigma Aldrich, USA). Menurut Sheikh, 2012 menyatakan bahwa penggunaan ekstrak tumbuhan yang meiliki aktivitas antimikroba sangat membantu dalam penyembuhan. Salah satu tanaman yang memiliki kemampuan sebagai antibakteri adalah Sirih hijau ( Piper betle L.). Daun sirih hijau digunakan sebagai obat batuk, obat cacimg, dan antiseptik luka. Daun sirih hijau mengandung berbagai macam kandungan kimia, antara lain minyak atsiri, terpenoid, tanin, polifenol serta steroid. Senyawa-senyawa yang terkandung dalam tumbuhan sirih hijau tidak seluruhnya merupakan senyawa polar, namun juga terdapat senyawa non polar ataupun semipolar dan bersifat lipofil, sebagaimana yang terkandung pada tanaman tingkat tinggi pada umumnya. Pelarut etanol, etilasetat dan n-heksan merupakan pelarut organik yang banyak digunakan dalam proses ekstraksi, tang dapat melarutkan senyawa flavonoid, saponin, aglikon flavonoid, steroid dan lainnya
       I.            ISI
 Daun Sirih
Sirih (Piper betle L.) merupakan tumbuhan merambat dengan bentuk daun menyerupai jantung dan berwarna hijau. Minyak atsiri yang terkandung dalam sirih menyebabkan tumbuhanini mempunyai aroma yang khas. Sirih yang telah dikenal masyarakat sebagai tanaman obatmempunyai banyak manfaat untuk kesehatan. Secara tradisional, sirih sering digunakan sebagaiobat untuk pengobatan berbagai penyakit yang menyerang manusia. Salah satu suku yang ada diIndonesia yang dikenal dalam pemanfaatan obat khususnya sirih (P. betle) adalah masyarakat suku Madura. Berdasarkan penelitian, masyarakat di Kecamatan Kalianget Kabupaten SumenepMadura memanfaatkan sirih untuk pengobatan penyakit dalam yaitu asam urat, ambeien, batukrejan, disentri, jantung, keputihan, masuk angin, memperlancar darah, mimisan, nyeri otot dan persendian, panas, panas dalam, serta stroke. Globalisasi yang bergulir di masyarakat menyebabkan pertemuan antar budaya, salah satuadaptasi budaya luar yang masuk ke Indonesia adalah makanan dan gaya hidup. Makanan dangaya hidup masyarakat sekarang dapat dikatakan kurang layak. Makanan seperti junk food, fastfood, dan makanan instan mudah ditemukan di lingkungan sekitar. Masalah efisiensi waktu juga menjadi alasan bagi sebagian orang lebih memilih makanan cepat saji, selain itu bumbu masakanIndonesia yang terkenal kaya akan rempahrempah dan rumit pengolahannya juga dibuat menjadiinstan sehingga mudah digunakan dalam waktu yang lebih cepat. Zat-zat berbahaya yangterkandung di dalam makanan, jika dikonsumsi terus menerus akan berdampak negatif terhadapkesehatan. Makanan-makanan ini (junk food) jika dikonsumsi secara berlebihan dapatmenimbulkan berbagai gangguan kesehatan, seperti obesitas (kegemukan), diabetes (kencingmanis), hipertensi (tekanan darah tinggi), pengerasan pembuluh darah (ateroklerosis), penyakit jantung koroner, stroke, kanker, dan lain sebagainya. Penyembuhan dengan menggunakan obat-obatan kimia merupakan cara pengobatan yang banyak ditempuh masyarakat, akan tetapikandungan kimia yang ada di obatobatan tersebut akan membawa efek lain bagi organ tubuh.Harga obat sintetis yang semakin meningkat seiring dengan efek sampingnya bagi kesehatanmengakibatkan adanya peningkatan penggunaan obat tradisional oleh masyarakat denganmemanfaatkan sumber daya alam yang ada di sekitar.
Daun sirih telah lama dan banyak digunakan di Indonesia untuk aktivitas antibakterinya. Ekstrak etanol 80% daun sirih memiliki kompatibilitas tinggi untuk dijadikan produk farmasi, termasuk sediaan semprot (spray). Masyarakat Indonesia sebagai obat tradisional. Ekstrak etilasetat daun sirih hijau mengandung senyawa antibakteri yang terdiri dari senyawa fenol dan turunannya. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan aktivitas antibakteri ekstrak etilasetat daun sirih hijau terhadap bakteri S. Epidermidis. Sirih hijau diekstraksi menggunakan pelarut etil asetat dan diuji aktivitas penghambatnya terhadap bakteri S.epidermis dengan metode difusi agar. Hasil penelitian menunjukkan daya hambat ekstrak pada konsentrasi 3% dan 5%, yaitu 9,8 dan 15 mm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etil asetat memiliki aktivitas antibakteri terhadap S.epidermis dalam kategori sedang-kuat. Tanaman sirih (Piper betle L) merupakan jenis tanaman yang tumbuh merambat dengan ketinggian mencapai 5-15 m. Tanaman ini sebagai tanaman obat yang berkhasiat untuk penyembuhan terhadap penyakit kulit yang disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus karena memiliki daya antiseptik yang baik. Bagian tanaman yang digunakan yaitu daunnya karena banyak mengandung senyawa turunan fenol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek antibakteri ekstrak daun sirih (Piper betle L) dan untuk mengetahui konsentrasi ekstrak daun sirih yang memiliki efek antibakteri paling efektif terhadap bakteri Staphylococcus aureus penyebab penyakit kulit. Menurut Sheikh, 2012 menyatakan bahwa penggunaan ekstrak tumbuhan yang meiliki aktivitas antimikroba sangat membantu dalam penyembuhan. Salah satu tanaman yang memiliki kemampuan sebagai antibakteri adalah Sirih hijau ( Piper betle L.). Daun sirih hijau digunakan sebagai obat batuk, obat cacimg, dan antiseptik luka.



 Daun sirih hijau mengandung berbagai macam kandungan kimia, antara lain minyak atsiri, terpenoid, tanin, polifenol serta steroid. Senyawa-senyawa yang terkandung dalam tumbuhan sirih hijau tidak seluruhnya merupakan senyawa polar, namun juga terdapat senyawa non polar ataupun semipolar dan bersifat lipofil, sebagaimana yang terkandung pada tanaman tingkat tinggi pada umumnya. Pelarut etanol, etilasetat dan n-heksan merupakan pelarut organik yang banyak digunakan dalam proses ekstraksi, tang dapat melarutkan senyawa flavonoid, saponin, aglikon flavonoid, steroid dan lainnya. Dalam penelitian Zalizar (2009) ekstrak daun sirih maupun salep daun sirih terbukti dapat menurunkan jumlah bakteri Staphylococcus aureus dan bakteri Escherichia coli yang merupakan bakteri yang umum ditemukan pada susu mastitis. Penelitian tersebut menggunakan biakan bakteri Staphylococcus aureus dan bakteri Escherichia coli dalam media spesifik. Seperti yang diketahui, mastitis tidak hanya disebabkan oleh bakteri patogen Staphylococcus aureus dan bakteri Escherichia coli saja dan sampai dengan saat ini pengujian efektivitas antibakterial dari bahan herbal terhadap susu penderita mastitis belum pernah dilakukan.












DAFTAR PUSTAKA
Saleh, E., 2004. Teknologi Pengolahan Susu Dan Hasil Ikutan Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas  Sumatera Utara.
Sheikh, dkk. 2012. Studies On Some Plant Extract for Their Antimicrobial Potential Against Certain Pathogenic Microorganisme. American Journal of Plant Sciences. 3. 209-213.
SNI. 2008. Metode Uji Tapis (Screening Test) Residu Antibiotika pada Daging, Telur, dan Susu Secara Bioassay, BSN, Jakarta.
Zalizar, L., 2009. Formulasi Salep Herbal (Piper betle L. dan Phyllanthus Niruri) Untuk Pencegahan Mastitis Pada Sapi Perah, Laporan penelitian, Fakultas Pertanian dan Peternakan, Universitas Muhammadiyah Malang.

Sabtu, 11 April 2020

Cara simple membuat kutipan dan daftar pustaka

Assalamualaikum semuanyaa......kembali lagi di blog saya lama tak jumpa yaa....disini saya akan membagikan bagaimana cara membuat kutipan dan daftar pustaka dari artikel online. Kuy kita simak😁😁😁😉



Semoga video diatas  dapat bermanfaat bagi kita semua dan dapat dipahami dengan baik.

Jumat, 20 Maret 2020

Antibakteri Dari Daun Sirih


       Assalamualaikum semuanya.........disini aku ingin memberikan informasi penting di blog pertamaku tentang manfaat daun sirih sebagai antibakteri, semoga informasi yang aku berikan dapat bermanfaat bagi semuanya terutama kamu.


Selamat membaca sampai habis yaa😉





Ekstrak Etanol Daun Sirih Sebagai Antibakteri

gambar 1 Daun Sirih (Piper betle)
https://pngimage.net/wp-content/uploads/2018/06/sirih-png-1.jpg

Daun sirih telah lama dan banyak digunakan di Indonesia untuk aktivitas antibakterinya. Ekstrak etanol 80% daun sirih memiliki kompatibilitas tinggi untuk dijadikan produk farmasi, termasuk sediaan semprot (spray). Masyarakat Indonesia sebagai obat tradisional. Ekstrak etilasetat daun sirih hijau mengandung senyawa antibakteri yang terdiri dari senyawa fenol dan turunannya. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan aktivitas antibakteri ekstrak etilasetat daun sirih hijau terhadap bakteri S. Epidermidis. Sirih hijau diekstraksi menggunakan pelarut etil asetat dan diuji aktivitas penghambatnya terhadap bakteri S.epidermis dengan metode difusi agar. Hasil penelitian menunjukkan daya hambat ekstrak pada konsentrasi 3% dan 5%, yaitu 9,8 dan 15 mm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etil asetat memiliki aktivitas antibakteri terhadap S.epidermis dalam kategori sedang-kuat. Tanaman sirih (Piper betle L) merupakan jenis tanaman yang tumbuh merambat dengan ketinggian mencapai 5-15 m. Tanaman ini sebagai tanaman obat yang berkhasiat untuk penyembuhan terhadap penyakit kulit yang disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus karena memiliki daya antiseptik yang baik. Bagian tanaman yang digunakan yaitu daunnya karena banyak mengandung senyawa turunan fenol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek antibakteri ekstrak daun sirih (Piper betle L) dan untuk mengetahui konsentrasi ekstrak daun sirih yang memiliki efek antibakteri paling efektif terhadap bakteri Staphylococcus aureus penyebab penyakit kulit
Mastitis adalah suatu peradangan pada jaringan ambing yang dapat disebabkan oleh mikroorganisme yang umumnya bakteri, zat kimia, dan luka karena mekanis (Saleh, 2004). Penggunaan antibiotik pada pengobatan mastitis membawa dampak residu pada produk yang dihasilkan peternak. Residu antibiotika merupakan zat antibiotika termasuk metabolitnya yang terkandung dalam daging, telur, dan susu, baik sebagai akibat langsung maupun tidak langsung dari penggunaan antibiotika (SNI, 2008).
Menurut Sheikh, 2012 menyatakan bahwa penggunaan ekstrak tumbuhan yang meiliki aktivitas antimikroba sangat membantu dalam penyembuhan. Salah satu tanaman yang memiliki kemampuan sebagai antibakteri adalah Sirih hijau ( Piper betle L.). Daun sirih hijau digunakan sebagai obat batuk, obat cacimg, dan antiseptik luka. Daun sirih hijau mengandung berbagai macam kandungan kimia, antara lain minyak atsiri, terpenoid, tanin, polifenol serta steroid. Senyawa-senyawa yang terkandung dalam tumbuhan sirih hijau tidak seluruhnya merupakan senyawa polar, namun juga terdapat senyawa non polar ataupun semipolar dan bersifat lipofil, sebagaimana yang terkandung pada tanaman tingkat tinggi pada umumnya. Pelarut etanol, etilasetat dan n-heksan merupakan pelarut organik yang banyak digunakan dalam proses ekstraksi, tang dapat melarutkan senyawa flavonoid, saponin, aglikon flavonoid, steroid dan lainnya. Dalam penelitian Zalizar (2009) ekstrak daun sirih maupun salep daun sirih terbukti dapat menurunkan jumlah bakteri Staphylococcus aureus dan bakteri Escherichia coli yang merupakan bakteri yang umum ditemukan pada susu mastitis. Penelitian tersebut menggunakan biakan bakteri Staphylococcus aureus dan bakteri Escherichia coli dalam media spesifik. Seperti yang diketahui, mastitis tidak hanya disebabkan oleh bakteri patogen Staphylococcus aureus dan bakteri Escherichia coli saja dan sampai dengan saat ini pengujian efektivitas antibakterial dari bahan herbal terhadap susu penderita mastitis belum pernah dilakukan.























                                                                 DAFTAR PUSTAKA

Saleh, E., 2004. Teknologi Pengolahan Susu Dan Hasil Ikutan Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas  Sumatera Utara.
Sheikh, dkk. 2012. Studies On Some Plant Extract for Their Antimicrobial Potential Against Certain Pathogenic Microorganisme. American Journal of Plant Sciences. 3. 209-213.
SNI. 2008. Metode Uji Tapis (Screening Test) Residu Antibiotika pada Daging, Telur, dan Susu Secara Bioassay, BSN, Jakarta.
Zalizar, L., 2009. Formulasi Salep Herbal (Piper betle L. dan Phyllanthus Niruri) Untuk Pencegahan Mastitis Pada Sapi Perah, Laporan penelitian, Fakultas Pertanian dan Peternakan, Universitas Muhammadiyah Malang.