Assalamualaikum semuanya.........disini aku ingin memberikan informasi penting di blog pertamaku tentang manfaat daun sirih sebagai antibakteri, semoga informasi yang aku berikan dapat bermanfaat bagi semuanya terutama kamu.
Selamat membaca sampai habis yaa😉
Ekstrak
Etanol Daun Sirih Sebagai Antibakteri
gambar 1 Daun Sirih (Piper betle)
https://pngimage.net/wp-content/uploads/2018/06/sirih-png-1.jpg
Daun sirih telah lama
dan banyak digunakan di Indonesia untuk aktivitas antibakterinya. Ekstrak
etanol 80% daun sirih memiliki kompatibilitas tinggi untuk dijadikan produk
farmasi, termasuk sediaan semprot (spray). Masyarakat Indonesia sebagai obat
tradisional. Ekstrak etilasetat daun sirih hijau mengandung senyawa antibakteri
yang terdiri dari senyawa fenol dan turunannya. Penelitian ini bertujuan untuk
menentukan aktivitas antibakteri ekstrak etilasetat daun sirih hijau terhadap
bakteri S. Epidermidis. Sirih hijau
diekstraksi menggunakan pelarut etil asetat dan diuji aktivitas penghambatnya
terhadap bakteri S.epidermis dengan
metode difusi agar. Hasil penelitian menunjukkan daya hambat ekstrak pada
konsentrasi 3% dan 5%, yaitu 9,8 dan 15 mm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
ekstrak etil asetat memiliki aktivitas antibakteri terhadap S.epidermis dalam kategori sedang-kuat. Tanaman sirih (Piper betle L) merupakan
jenis tanaman yang tumbuh merambat dengan ketinggian mencapai 5-15 m. Tanaman
ini sebagai tanaman obat yang berkhasiat untuk penyembuhan terhadap penyakit
kulit yang disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus karena
memiliki daya antiseptik yang baik. Bagian tanaman yang digunakan yaitu daunnya
karena banyak mengandung senyawa turunan fenol. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui efek antibakteri ekstrak daun sirih (Piper betle L)
dan untuk mengetahui konsentrasi ekstrak daun sirih yang memiliki efek
antibakteri paling efektif terhadap bakteri Staphylococcus aureus penyebab
penyakit kulit
Mastitis
adalah suatu peradangan pada jaringan ambing yang dapat disebabkan oleh
mikroorganisme yang umumnya bakteri, zat kimia, dan luka karena mekanis (Saleh,
2004). Penggunaan antibiotik pada pengobatan mastitis membawa dampak residu
pada produk yang dihasilkan peternak. Residu antibiotika merupakan zat
antibiotika termasuk metabolitnya yang terkandung dalam daging, telur, dan susu,
baik sebagai akibat langsung maupun tidak langsung dari penggunaan antibiotika
(SNI, 2008).
Menurut
Sheikh, 2012 menyatakan bahwa penggunaan ekstrak tumbuhan yang meiliki
aktivitas antimikroba sangat membantu dalam penyembuhan. Salah satu tanaman
yang memiliki kemampuan sebagai antibakteri adalah Sirih hijau ( Piper betle L.). Daun sirih hijau
digunakan sebagai obat batuk, obat cacimg, dan antiseptik luka. Daun sirih
hijau mengandung berbagai macam kandungan kimia, antara lain minyak atsiri,
terpenoid, tanin, polifenol serta steroid. Senyawa-senyawa yang terkandung
dalam tumbuhan sirih hijau tidak seluruhnya merupakan senyawa polar, namun juga
terdapat senyawa non polar ataupun semipolar dan bersifat lipofil, sebagaimana
yang terkandung pada tanaman tingkat tinggi pada umumnya. Pelarut etanol,
etilasetat dan n-heksan merupakan pelarut organik yang banyak digunakan dalam
proses ekstraksi, tang dapat melarutkan senyawa flavonoid, saponin, aglikon
flavonoid, steroid dan lainnya. Dalam penelitian Zalizar (2009) ekstrak daun
sirih maupun salep daun sirih terbukti dapat menurunkan jumlah bakteri
Staphylococcus aureus dan bakteri Escherichia coli yang merupakan bakteri yang
umum ditemukan pada susu mastitis. Penelitian tersebut menggunakan biakan
bakteri Staphylococcus aureus dan bakteri Escherichia coli dalam media
spesifik. Seperti yang diketahui, mastitis tidak hanya disebabkan oleh bakteri
patogen Staphylococcus aureus dan bakteri Escherichia coli saja dan sampai
dengan saat ini pengujian efektivitas antibakterial dari bahan herbal terhadap
susu penderita mastitis belum pernah dilakukan.
Saleh, E., 2004. Teknologi Pengolahan Susu Dan Hasil Ikutan Ternak,
Fakultas Peternakan, Universitas Sumatera
Utara.
Sheikh,
dkk. 2012. Studies On Some Plant Extract for Their Antimicrobial Potential
Against Certain Pathogenic Microorganisme. American Journal of Plant Sciences.
3. 209-213.
SNI. 2008. Metode Uji Tapis (Screening Test) Residu Antibiotika pada
Daging, Telur, dan Susu Secara Bioassay, BSN, Jakarta.
Zalizar, L., 2009. Formulasi Salep Herbal (Piper betle L. dan
Phyllanthus Niruri) Untuk Pencegahan Mastitis Pada Sapi Perah, Laporan
penelitian, Fakultas Pertanian dan Peternakan, Universitas Muhammadiyah Malang.

Sangat bermanfaat
BalasHapusWahhh keren sekali, makasih informasi nya
BalasHapusSangat bermanfaat infonya, terimakasih ya...
BalasHapus-pb
Waaaaah sangat bermanfaat sekali kaka makasih infonya
BalasHapusini banyak banget lo tanamannya di samping rumah aku, ini sangat bermanfaat bagi aku dan orang lain
BalasHapusWahh keren sekali infonya, terimakasih ya
BalasHapusWaw kewrenn ni
BalasHapusThnkyuu infonyaa
BalasHapusWowww amazing
BalasHapusterimakasih informasinya sangat bermanfaat kaka
BalasHapusGood artikel
BalasHapusWahh jadi ingat tukang jahit deket
BalasHapushotel w min 😆
Wah bagus banget nih,sangat bermanfaat sekali
BalasHapusThank youu, good article
BalasHapusTerima kasih informasinya sangat bermanfaat!
BalasHapusWaww jdi ingin menanam d rumah
BalasHapusWow saya terkesan
BalasHapusUwow trimksih infonya qaqa
BalasHapusWaww keren dan sangat bermanfaat
BalasHapusbermanfaat sekali
BalasHapusWah bermanfaat sekali
BalasHapusSangat bermanfaat
Hapus